Selasa, 26 Januari 2016

naskah



Katalog Naskah

Tradisi tulis tangan di Nusantara telah sejak lama dilakukan, hasil dari tulisan tangan itu kini dapat kita sebut dengan naskah atau manuskrip. Naskah ini bukan hanya sekedar tulisan yang sepele, namun didalam naskah terdapat berbagai hal. Hasil dari tulisan tangan ini sekarang membuahkan hasil yang sangat luar biasa, dimana terdapat banyak kekayaan dari berbagai bidangnya. Tulisan tangan yang kini kita sebut dengan naskah atau manuskrip ini bukan hanya berisi agama saja, namun ada berisi tentang budaya, sastra, ekonomi, filasafat, mantra, adat istiadat, obat-obatan dan lainnya. Darisini bisa kita lihat ternyata dari dulu masyarakat Indonesia sudah mengenal berbagai hal dan menuiliskan yang mereka ketahui. Dan yang mereka tulis dapat bermanfaat, memiliki kekayaan informasi dan menjadi inspirasi pada zaman sekarang ini.
Naskah di Nusantara selain isinya bermacam ragam, juga sangat banyak tersebar di seluruh Indonesia, dengan kata lain Indonesia kaya akan naskah dan manuskripnya. Namun, banyak naskah yang telah hilang, diperjual belikan, telah rusak, dan masih banyak yang belum ditemukan. Dengan banyaknya naskah yang tersebar di Nusantara, banyak pulalah peneliti-peneliti yang tertarik untuk meneliti naskah. Peneliti dibidang naskah ini disebut filolog. Penelitian dilakukan untuk berbagai tujuan, penelitian yang berhubungan dengan pernaskahan ini, seperti penyalinan naskah, digitalisasi, dan katalogisasi. Kegiatan katalogisasi ini menghasilkan katalog yang dapat memandu dan menjadi alat  yang mempermudah akses koleksi-koleksi naskah yang ada (Oman Fathurman,dkk: 2010: 56). Dengan sedikit pengetahuan yang penulis dapatkan, saya akan  menjabarkan tentang katalog pada tulisan yang singakat ini.

Dalam dunia pernaskahan ada dikenal istilah “katalog naskah” atau “katalogus naskah”. Dalam dunia pernaskahan katalog naskah sangat penting bagi para peneliti atau peminat naskah itu sendiri. Dalam fungsi katalog sendiri yaitu untun memberikan deskripsi atau gambaran selengkap dan serinci mungkin terhadap naskah dalam suatu koleksi tertentu (Zuriati: tahun: 20). Katalog sendiri memuat berbagai data tentang berbagai naskah, dan dengan kata lain dalam satu katalog bisa memuat banyak sekali kumpulan naskah. Dalam pengertiannya, katalog atau katalogus merujuk pada carik kartu, daftar atau buku yang memuat nama benda atau informasi tertentu yang disusun secara berurutan, teratur, dan alfabetis. Jadi katalog atau katalogus naskah yaitu daftar naskah yang disusun secara metodis (Zuriati: tahun: 18). Katalog berisikan berbagai daftar koleksi naskah yang nantinya mempermudah peneliti atau peminat naskah mengetahui informasi tentang suatu naskah.
Selain katalog juga dikenal daftar naskah, kedua istilah ini berbeda, walaupun sama berisikan daftar naskah namun dalam memuat informasin atau kelengkapan informasi tentang suatu naskah terdapat perbedaan. Pada katalog naskah memuat informasi tentang naskah lebih rinci, yang memuat gambaran naskah dengan serinci mungkin, biasanya mmuat nomor koleksi naskah, ukuran naskah, jumlah halaman, jumlah baris, jenis tulisan, kolofon: tempat dan tanggal, asal naskah, yang pernah membicarakan naskah itu dan ringkasan isi naskah. Sedangkan pada daftar naskah biasanya hanya memuat daftar judul dan nomor urut naskah (Zuriati: tahun: 18-19).
Kelengkapan informasi pada katalog meliputi berbagai unsur-unsur. Unsur-unsur tersebut ialah koleksi dan nomor naskah , halaman dan nomor naskah koleksi itu dalam katalog atau referensi selanjutnya; ukuran halaman; judul; pengarang dan penyalin; pemilik; penanggalan; tempat penyalinan naskah dan asal naskah; jumlah kuras dan lembar kertas; jumlah halaman; jumlah baris pada setiap halaman utama; penomoran halaman; jenis alas naskah; cap kertas dan cap pendamping; garis bayang tebal dan garis bayang tipis; penjilidan; keadaan naskah; tulisan yang digunakan; warna tinta; garis pengarah (guide lines); alihan (cathchword); iluminasi dan ilustrasi; catatan-catatan yang lain yang dianggap perlu; ringkasan isi; dan katalogus yang sudah mencatatnya. Unsur-unsur inilah yang membuat katalog lebih lengkap dan rinci informasinya.
Cara pembuatan katalog sendiri secara garis besar, yang pertama nakah yang akan di buat katalognya dicari dan dikumpulkan, selanjutnya naskah dipisahkan menurut jenis dan keperluannya, selanjutnya kumpulkan informasi tentang naskah yang ingin dibuat katalognya, selanjutnya informasi itu ditulis sesuai unsur-unsur pada katalog naskah, naskah-naskah tersebut disusun secara berurutan atau teratur, selanjutnya diterbitkan dibukukanlah dibukukan daftar naskah-naskah ini.
Katalog menjadi sumber terpenting dalam mengetahui ratusan bahkan bisa jadi ribuan naskah yang tersebar di Nusantara. Katalog menjadi gerbang kemudahan para peneliti untuk membantu penelitiannya. Kemudahan peneliti naskah atau filolog ini akan berdampak baik pula pada penelitian nantinya dengan arti lainnya katalog ini menjadi pelengkap bagi filolog. Dengan ini dapat memperkaya aset serta pengetahuan tentang naskah-naskah Nusantara dan memberi. Pada masa yang akan datang terhadap pernaskahan Nusantara hendaknya lebih baik dan banyak yang ikut berpartisipasi dalam pernaskahan Nusantara.