Katalog Naskah
Tradisi tulis tangan di Nusantara telah sejak lama dilakukan, hasil
dari tulisan tangan itu kini dapat kita sebut dengan naskah atau manuskrip.
Naskah ini bukan hanya sekedar tulisan yang sepele, namun didalam naskah
terdapat berbagai hal. Hasil dari tulisan tangan ini sekarang membuahkan hasil
yang sangat luar biasa, dimana terdapat banyak kekayaan dari berbagai
bidangnya. Tulisan tangan yang kini kita sebut dengan naskah atau manuskrip ini
bukan hanya berisi agama saja, namun ada berisi tentang budaya, sastra,
ekonomi, filasafat, mantra, adat istiadat, obat-obatan dan lainnya. Darisini
bisa kita lihat ternyata dari dulu masyarakat Indonesia sudah mengenal berbagai
hal dan menuiliskan yang mereka ketahui. Dan yang mereka tulis dapat
bermanfaat, memiliki kekayaan informasi dan menjadi inspirasi pada zaman
sekarang ini.
Naskah di Nusantara selain isinya bermacam ragam, juga sangat
banyak tersebar di seluruh Indonesia, dengan kata lain Indonesia kaya akan
naskah dan manuskripnya. Namun, banyak naskah yang telah hilang, diperjual
belikan, telah rusak, dan masih banyak yang belum ditemukan. Dengan banyaknya
naskah yang tersebar di Nusantara, banyak pulalah peneliti-peneliti yang tertarik
untuk meneliti naskah. Peneliti dibidang naskah ini disebut filolog.
Penelitian dilakukan untuk berbagai tujuan, penelitian yang berhubungan dengan
pernaskahan ini, seperti penyalinan naskah, digitalisasi, dan katalogisasi. Kegiatan
katalogisasi ini menghasilkan katalog yang dapat memandu dan menjadi alat yang mempermudah akses koleksi-koleksi naskah
yang ada (Oman Fathurman,dkk: 2010: 56). Dengan sedikit pengetahuan yang
penulis dapatkan, saya akan menjabarkan
tentang katalog pada tulisan yang singakat ini.
Dalam dunia pernaskahan ada dikenal istilah “katalog naskah” atau
“katalogus naskah”. Dalam dunia pernaskahan katalog naskah sangat penting bagi
para peneliti atau peminat naskah itu sendiri. Dalam fungsi katalog sendiri
yaitu untun memberikan deskripsi atau gambaran selengkap dan serinci mungkin
terhadap naskah dalam suatu koleksi tertentu (Zuriati: tahun: 20). Katalog sendiri
memuat berbagai data tentang berbagai naskah, dan dengan kata lain dalam satu
katalog bisa memuat banyak sekali kumpulan naskah. Dalam pengertiannya, katalog
atau katalogus merujuk pada carik kartu, daftar atau buku yang memuat nama
benda atau informasi tertentu yang disusun secara berurutan, teratur, dan alfabetis.
Jadi katalog atau katalogus naskah yaitu daftar naskah yang disusun secara
metodis (Zuriati: tahun: 18). Katalog berisikan berbagai daftar koleksi naskah
yang nantinya mempermudah peneliti atau peminat naskah mengetahui informasi
tentang suatu naskah.
Selain katalog juga dikenal daftar naskah, kedua istilah ini
berbeda, walaupun sama berisikan daftar naskah namun dalam memuat informasin
atau kelengkapan informasi tentang suatu naskah terdapat perbedaan. Pada
katalog naskah memuat informasi tentang naskah lebih rinci, yang memuat
gambaran naskah dengan serinci mungkin, biasanya mmuat nomor koleksi naskah,
ukuran naskah, jumlah halaman, jumlah baris, jenis tulisan, kolofon: tempat dan
tanggal, asal naskah, yang pernah membicarakan naskah itu dan ringkasan isi
naskah. Sedangkan pada daftar naskah biasanya hanya memuat daftar judul dan
nomor urut naskah (Zuriati: tahun: 18-19).
Kelengkapan informasi pada katalog meliputi berbagai unsur-unsur.
Unsur-unsur tersebut ialah koleksi dan nomor naskah , halaman dan nomor naskah
koleksi itu dalam katalog atau referensi selanjutnya; ukuran halaman; judul;
pengarang dan penyalin; pemilik; penanggalan; tempat penyalinan naskah dan asal
naskah; jumlah kuras dan lembar kertas; jumlah halaman; jumlah baris pada
setiap halaman utama; penomoran halaman; jenis alas naskah; cap kertas dan cap
pendamping; garis bayang tebal dan garis bayang tipis; penjilidan; keadaan
naskah; tulisan yang digunakan; warna tinta; garis pengarah (guide lines);
alihan (cathchword); iluminasi dan ilustrasi; catatan-catatan yang lain yang dianggap
perlu; ringkasan isi; dan katalogus yang sudah mencatatnya. Unsur-unsur inilah
yang membuat katalog lebih lengkap dan rinci informasinya.
Cara pembuatan katalog sendiri secara garis besar, yang pertama
nakah yang akan di buat katalognya dicari dan dikumpulkan, selanjutnya naskah
dipisahkan menurut jenis dan keperluannya, selanjutnya kumpulkan informasi
tentang naskah yang ingin dibuat katalognya, selanjutnya informasi itu ditulis
sesuai unsur-unsur pada katalog naskah, naskah-naskah tersebut disusun secara
berurutan atau teratur, selanjutnya diterbitkan dibukukanlah dibukukan daftar
naskah-naskah ini.
Katalog menjadi sumber terpenting dalam mengetahui ratusan bahkan
bisa jadi ribuan naskah yang tersebar di Nusantara. Katalog menjadi gerbang
kemudahan para peneliti untuk membantu penelitiannya. Kemudahan peneliti naskah
atau filolog ini akan berdampak baik pula pada penelitian nantinya dengan arti
lainnya katalog ini menjadi pelengkap bagi filolog. Dengan ini dapat memperkaya
aset serta pengetahuan tentang naskah-naskah Nusantara dan memberi. Pada masa
yang akan datang terhadap pernaskahan Nusantara hendaknya lebih baik dan banyak
yang ikut berpartisipasi dalam pernaskahan Nusantara.